Thursday, 19 December 2013

Perempuan Sempurna

Bismillahirrahmanirrahim..

Perempuan itu
kini sudah sempurna.
Dengan luka-luka semalam
dan parut kelmarin justru
menjadikan dia
lebih indah
dari sebelumnya.

Menuju Beijing, 30093013

Ini, catatan kecilku ketika dalam kapal menuju pulang ke bumi tembok besar ini. Enam jam perjalanan, membuat otakku riuh dalam sunyi. Sunyi, terasing dalam sebuah kapal penuh musafir. Riuh, suara-suara kecil dari fikiran yang akhir tertumpah dalam bentuk-bentuk tulisan.

lalu aku temukan konklusi :-

Perempuan sempurna itu bukan yang tidak pernah tercela, tapi dia,
Yang tetap gagah tersenyum walau berkali dihambat luka.

Kerana akhir, luka-luka itulah yang menjadikan dia lebih indah.

Senyumlah wahai perempuanku, kau masih tetap indah di mataku.
dan cela dosa itu langsung tidak menutup jalanmu untuk pulang kembali
menjadi hamba yang dicintai Tuhan,selalu.

Beku itu masih tidak mendinginkan fitrahmu.



Masih hamba, 191220113
SR, Beijing, China.

2 comments:

Anonymous said...

akakkk :'(

-rai

Faarihin said...

semoga kuat meneruskan langkah itu hingga ke akhirnya. =)